apt. Wahyu Yuliana Solikah,M.Farm
Rumput laut cokelat dari genus Sargassum merupakan salah satu sumber daya hayati laut yang melimpah di wilayah pesisir Indonesia. Selama ini, pemanfaatan Sargassum masih terbatas sebagai bahan baku industri pangan, pupuk, maupun bahan pengental seperti alginat. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa rumput laut ini memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai nutraceutical dan superfood. Dengan kandungan nutrisi yang kaya serta aktivitas biologis yang bermanfaat bagi kesehatan, Sargassum menjadi salah satu komoditas laut yang menjanjikan dalam pengembangan pangan fungsional berbasis bahan alam.
Rumput laut cokelat diketahui mengandung berbagai komponen penting seperti polisakarida bioaktif (misalnya fucoidan dan alginat), polifenol, pigmen seperti fucoxanthin, serta mineral esensial seperti iodium, kalsium, dan magnesium. Kombinasi senyawa tersebut memberikan berbagai manfaat kesehatan, di antaranya sebagai antioksidan, antiinflamasi, serta berpotensi membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Aktivitas antioksidan yang tinggi dari senyawa fenolik dan pigmen laut ini juga berperan dalam menangkal radikal bebas yang dapat memicu berbagai penyakit degeneratif.
Selain kandungan bioaktifnya, Sargassum juga memiliki nilai gizi yang mendukung konsep superfood, yaitu pangan yang memiliki kepadatan nutrisi tinggi dan memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Konsumsi rumput laut dalam berbagai bentuk olahan—seperti tepung rumput laut, ekstrak, maupun produk pangan fungsional—dapat menjadi alternatif sumber serat pangan, mineral, serta senyawa bioaktif alami. Berbagai studi juga menunjukkan bahwa komponen bioaktif dalam Sargassum berpotensi dikembangkan dalam bentuk suplemen nutraceutical untuk membantu menjaga kesehatan metabolik, meningkatkan imunitas, serta mendukung pencegahan penyakit kronis.Melihat potensi tersebut, pengembangan riset mengenai Sargassum menjadi sangat penting, khususnya dalam eksplorasi senyawa bioaktif, teknologi ekstraksi yang ramah lingkungan, serta formulasi produk nutraceutical yang aman dan efektif. Perguruan tinggi, termasuk Program Studi Farmasi Universitas Alma Ata, memiliki peran strategis dalam mendorong penelitian dan inovasi berbasis biodiversitas laut Indonesia. Melalui pendekatan ilmiah yang komprehensif, pemanfaatan Sargassum diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah sumber daya laut, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan pangan fungsional dan produk kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat.