Oleh: apt.Muhimmatul Khoiriyah,M.Farm
Perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat memilih produk perawatan kulit atau skincare. Saat ini, sebuah produk dapat menjadi viral hanya dalam hitungan hari melalui TikTok, Instagram, maupun platform digital lainnya. Banyak konsumen tertarik membeli skincare karena testimoni influencer, klaim “glowing instan”, atau hasil before-after yang terlihat meyakinkan. Namun, di balik popularitas tersebut, tidak semua produk skincare memiliki jaminan keamanan yang baik.
Dalam beberapa tahun terakhir, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) masih menemukan berbagai produk kosmetik ilegal yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon dosis tinggi, steroid, hingga pewarna tekstil. Produk-produk tersebut sering dipasarkan secara online dengan harga murah dan klaim hasil cepat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat perlu lebih kritis dalam memilih skincare, terutama produk yang sedang viral di media sosial.
Mengapa Produk Viral Belum Tentu Aman?
Popularitas suatu produk tidak selalu mencerminkan kualitas dan keamanan produk tersebut. Dalam strategi pemasaran digital, sebuah produk dapat menjadi terkenal karena dukungan influencer, iklan berbayar, atau algoritma media sosial, bukan karena telah melalui pengujian ilmiah yang memadai.
Sebagian konsumen sering kali tergoda oleh klaim seperti:
- “Memutihkan dalam 3 hari”
- “Jerawat langsung hilang semalam”
- “Kulit glowing permanen”
- “Aman untuk semua jenis kulit”
Padahal, secara ilmiah, perubahan kondisi kulit memerlukan proses biologis yang bertahap. Produk yang memberikan efek terlalu cepat justru perlu dicurigai karena berpotensi mengandung bahan aktif keras atau zat berbahaya.
Dalam bidang farmasi dan kosmetologi, keamanan produk menjadi aspek utama sebelum suatu produk diedarkan kepada masyarakat. Produk kosmetik yang legal harus melalui proses evaluasi keamanan, mutu, dan penandaan sesuai regulasi BPOM.
Bahaya Skincare Ilegal
Beberapa produk skincare ilegal diketahui mengandung bahan yang sebenarnya tidak boleh digunakan secara bebas dalam kosmetik. Berikut beberapa contohnya:
- Merkuri
Merkuri sering digunakan pada krim pemutih ilegal karena mampu memberikan efek kulit tampak cerah dalam waktu singkat. Namun, penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan:
- iritasi kulit,
- kerusakan ginjal,
- gangguan saraf,
- hingga peningkatan risiko toksisitas kronis.
- Hidrokuinon Berlebihan
Hidrokuinon memang digunakan dalam terapi hiperpigmentasi tertentu, tetapi penggunaannya harus berada di bawah pengawasan tenaga medis. Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan ochronosis, yaitu penggelapan kulit permanen.
- Kortikosteroid
Beberapa skincare ilegal mencampurkan steroid untuk memberikan efek kulit halus dan jerawat cepat hilang. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan:
- penipisan kulit,
- ketergantungan,
- kulit kemerahan,
- serta munculnya jerawat steroid.
Pentingnya Cek BPOM Sebelum Membeli
Salah satu langkah paling sederhana untuk memastikan keamanan produk skincare adalah memeriksa nomor registrasi BPOM. Produk kosmetik legal di Indonesia wajib memiliki nomor notifikasi BPOM yang menunjukkan bahwa produk telah terdaftar secara resmi.
Pengecekan BPOM sebenarnya dapat dilakukan hanya dalam waktu sekitar satu menit melalui situs resmi BPOM.
Cara Cek BPOM dalam 1 Menit
Berikut langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat:
Langkah 1: Buka Situs Resmi BPOM
Kunjungi situs resmi BPOM melalui:
Langkah 2: Masukkan Nama Produk atau Nomor Registrasi
Pada kolom pencarian, masukkan:
- nama produk,
- merek,
- atau nomor BPOM yang tertera pada kemasan.
Langkah 3: Periksa Data Produk
Jika produk legal, maka akan muncul informasi seperti:
- nama produk,
- nomor registrasi,
- nama perusahaan,
- bentuk sediaan,
- serta status izin edar.
Jika data tidak ditemukan, masyarakat perlu lebih berhati-hati karena produk tersebut bisa saja:
- belum terdaftar,
- palsu,
- atau menggunakan nomor BPOM ilegal.
Tips Memilih Skincare yang Lebih Aman
Selain mengecek BPOM, terdapat beberapa langkah lain yang dapat membantu masyarakat memilih skincare secara lebih bijak:
- Jangan Mudah Percaya Klaim Instan
Kulit membutuhkan waktu untuk beregenerasi. Produk yang menjanjikan hasil terlalu cepat perlu dicurigai.
- Periksa Komposisi Produk
Hindari produk dengan bahan yang tidak jelas atau tidak mencantumkan komposisi lengkap.
- Beli dari Toko Resmi
Membeli dari official store dapat mengurangi risiko mendapatkan produk palsu.
- Perhatikan Reaksi Kulit
Jika muncul kemerahan, rasa terbakar, atau iritasi berat, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
- Sesuaikan dengan Jenis Kulit
Tidak semua produk cocok untuk semua orang. Kondisi kulit setiap individu berbeda.
Peran Farmasi dalam Edukasi Kosmetik Aman
Dalam dunia farmasi, edukasi mengenai penggunaan kosmetik yang aman menjadi bagian penting dari upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat. Apoteker memiliki peran strategis dalam memberikan informasi terkait:
- keamanan bahan kosmetik,
- cara penggunaan produk,
- efek samping,
- serta pentingnya memilih produk legal dan terdaftar.
Di era digital saat ini, literasi kesehatan menjadi sangat penting karena masyarakat menerima informasi dari berbagai sumber yang belum tentu valid secara ilmiah.