Kesadaran masyarakat dalam menggunakan obat masih rendah. Banyak yang mengonsumsi antibiotik sembarangan atau tidak menyelesaikan dosis yang dianjurkan. Di sinilah peran farmasis sangat dibutuhkan. Melalui edukasi, farmasis dapat mengurangi risiko resistensi obat, keracunan, hingga efek samping berbahaya. Program Studi Farmasi membekali mahasiswa dengan keterampilan komunikasi dan literasi kesehatan, agar siap menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran penggunaan obat secara aman.
Pos-pos Terbaru
- VAKSIN SEBAGAI PRODUK BIOLOGI DALAM PROGRAM IMUNISASI: MEKANISME KERJA, JENIS, DAN MANFAAT BAGI KESEHATAN MASYARAKAT
- PERAN KOMPETENSI TENAGA KEFARMASIAN DALAM MENINGKATKAN MUTU LAYANAN TELEFARMASI
- PERAN KOMPETENSI TENAGA KEFARMASIAN DALAM MENINGKATKAN MUTU LAYANAN TELEFARMASI
- Mahasiswa Farmasi Universitas Alma Ata Belajar Mengelola Burnout bersama Akademisi Mahidol University
- Dampak Perang Iran–AS terhadap Harga Obat di Indonesia: Kenaikan Bahan Baku Impor dan Hambatan Distribusi Global
Komentar Terbaru
No comments to show.