Oleh : apt. Ifa Aris Suminingtyas, M.Farm.
Anak mengalami demam mendadak, batuk, pilek, dan tampak lebih lemas daripada biasanya? Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh berbagai infeksi saluran pernapasan, salah satunya influenza A. Meskipun sering dianggap sebagai flu biasa, influenza dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak usia dini dan anak dengan kondisi kesehatan tertentu.
Oleh karena itu, orang tua perlu mengenali gejala influenza A, memahami cara penularannya, serta mengetahui langkah penanganan dan pencegahan yang tepat.
Apa Itu Influenza A?
Influenza A merupakan salah satu jenis virus influenza yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan pada manusia. Virus ini dapat menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Influenza A juga memiliki berbagai subtipe, seperti A(H1N1) dan A(H3N2), yang dapat terus mengalami perubahan.
Penularan influenza dapat terjadi melalui partikel pernapasan yang keluar ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, berbicara, atau bernapas. Penularan juga dapat terjadi melalui tangan yang terkontaminasi virus dan kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut.
Anak-anak relatif rentan tertular karena memiliki banyak interaksi dengan teman sebaya di rumah, sekolah, maupun tempat bermain. Sebagian besar penderita dapat pulih, tetapi influenza juga berpotensi menimbulkan komplikasi yang memerlukan penanganan medis.
Kenali Gejala Influenza A pada Anak
Gejala influenza umumnya muncul secara mendadak setelah masa inkubasi sekitar 1–4 hari. Tingkat keparahannya dapat berbeda pada setiap anak.
Beberapa gejala yang perlu diperhatikan meliputi:
- Demam dan menggigil, yang dapat disertai peningkatan suhu tubuh secara mendadak.
- Batuk dan sakit tenggorokan, yang dapat mengganggu aktivitas serta waktu istirahat anak.
- Pilek atau hidung tersumbat, sehingga anak merasa tidak nyaman saat bernapas melalui hidung.
- Sakit kepala dan nyeri otot, yang dapat membuat anak lebih rewel atau enggan beraktivitas.
- Kelelahan dan penurunan aktivitas, misalnya anak lebih banyak tidur atau tidak bersemangat bermain.
- Penurunan nafsu makan, yang dapat meningkatkan risiko kekurangan cairan apabila disertai kesulitan minum atau muntah.
Mengapa Influenza A Perlu Diwaspadai?
Sebagian besar anak akan membaik sekitar satu minggu, meskipun batuk dan rasa lelah dapat bertahan lebih lama. Namun, influenza dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, dehidrasi, dan perburukan penyakit penyerta.
Anak berusia di bawah lima tahun, terutama di bawah dua tahun, serta anak dengan penyakit kronis seperti asma, diabetes, atau penyakit jantung dan paru-paru memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi.
Orang tua perlu segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila ditemukan tanda bahaya berikut:
- Napas cepat, sesak, atau kesulitan bernapas.
- Bibir atau wajah tampak kebiruan.
- Nyeri dada atau tarikan dinding dada saat bernapas.
- Anak tidak responsif, sulit dibangunkan, atau mengalami kejang.
- Tanda dehidrasi, seperti mulut sangat kering, tidak ada air mata ketika menangis, atau tidak buang air kecil selama sekitar delapan jam.
- Demam atau batuk yang sempat membaik tetapi kemudian kembali memburuk.
- Demam pada bayi berusia kurang dari tiga bulan.
Jangan menunda pertolongan apabila anak mengalami tanda bahaya tersebut.
Bagaimana Penanganan Influenza A pada Anak?
Penanganan influenza perlu disesuaikan dengan usia anak, tingkat keparahan gejala, dan kondisi kesehatannya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua meliputi:
- Memastikan anak cukup istirahat
Berikan kesempatan kepada anak untuk beristirahat dan tidak memaksakan aktivitas sekolah atau bermain ketika masih sakit. Istirahat membantu mendukung proses pemulihan.
- Memenuhi kebutuhan cairan
Berikan ASI pada bayi yang masih menyusu serta air dan cairan lain yang sesuai dengan usia anak. Jika anak mengalami muntah atau diare, konsultasikan kebutuhan cairan dan penggunaan larutan rehidrasi oral dengan tenaga kesehatan.
- Menggunakan obat secara tepat
Obat penurun demam atau pereda nyeri dapat dipertimbangkan sesuai usia, berat badan, aturan pakai, dan kondisi anak. Parasetamol merupakan salah satu pilihan yang dapat digunakan sesuai petunjuk tenaga kesehatan atau informasi resmi produk. Jangan memberikan aspirin kepada anak atau remaja yang sedang mengalami infeksi virus, kecuali atas arahan dokter. Hindari pula pemberian obat flu kombinasi tanpa memeriksa kesesuaiannya dengan usia anak karena terdapat risiko dosis ganda atau efek samping.
- Memahami penggunaan antivirus
Dokter dapat mempertimbangkan obat antivirus, seperti Oseltamivir® pada anak dengan influenza yang terkonfirmasi atau dicurigai, terutama jika penyakitnya berat, berisiko mengalami komplikasi, atau memerlukan perawatan di rumah sakit. Antivirus bekerja paling baik jika diberikan sedini mungkin, idealnya dalam 48 jam pertama sejak gejala muncul. Pada kondisi tertentu pengobatan tetap dapat bermanfaat meskipun dimulai lebih lambat.
- Tidak menggunakan antibiotik secara sembarangan
Influenza disebabkan oleh virus, sehingga antibiotik tidak dapat mengobati virus influenza. Antibiotik hanya digunakan apabila terdapat indikasi infeksi bakteri dan berdasarkan penilaian tenaga kesehatan.
Langkah-langkah tersebut membantu mendukung pemulihan, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan medis apabila kondisi anak memburuk.
Selanjutnya cara mencegah influenza A pada anak dengan cara :
- Melengkapi vaksinasi influenza
- Membiasakan cuci tangan
- Menerapkan etika batuk dan bersin
- Menjaga ventilasi dan kebersihan lingkungan
- Tidak memaksakan anak masuk sekolah saat sakit
Pencegahan dan penanganan yang tepat pada anak membantu melindungi anak sekaligus mengurangi risiko penularan Influenza A kepada anggota keluarga dan kelompok rentan.
Referensi:
- World Health Organization (WHO). (2025). Influenza (seasonal). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/influenza-%28seasonal%29
- World Health Organization (WHO). (2026). How can I avoid getting the flu? https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/how-can-I-avoid-getting-the-flu
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). Signs and Symptoms of Flu. https://www.cdc.gov/flu/signs-symptoms/
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). Treatment of Flu in Children. https://www.cdc.gov/flu/treatment/children-antiviral.html
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2025). Treatment of Flu. https://www.cdc.gov/flu/treatment/