Hari Sabtu, (6 Juni 2020) Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) telah mengadakan Webinar dengan Tema “Menunggu Vaksin Covid-19 di Era New Normal”. Pembicara dalam acara tersebut yaitu dr. Ahmad Yurianto yang merupakan juru bicara Satgas Penanggulangan Covid-19, apt. Dra. Rita Endang, M.Kes. dari Deputi Bidang Pengawasan Obat, narkotika dan prekursor BPOM serta pembicara yang ketiga adalah Apt. dr. M.Rahman Roestan, S.Si.,MBA yang merupakan direktur operasi BIOFARMA. Dalam kesempatan tersebut, dr. achmad Yurianto mengungkapkan bahwa New normal adalah melakukan kenormalan yang baru, menumbuhkan kebiasaan baru dan tentunya itu bukan hal yang terjadi secara instan, tetapi secara bertahap. Diperlukan edukasi kepada masyarakat secara terus-menerus dalam upaya pencegahan. Hal tersebut dimulai dari keluarga. Apabila di setiap keluarga tertanam kebiasaaan untuk memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, maka pengendalian sebaran Covid-19 akan efektif dilakukan. Dalam webinar tersebut disampaikan pula bahwa penemuan Vaksin bukanlah hal yang mudah, memerlukan proses yang sangat panjang dari uji Pra-klinis hingga Uji Klinis. Namun demikian saat ini sudah terdapat 10 kandidat vaksin covid-19 yang telah melalui uji klinis fase-2 dan 115 kandidat vaksin covid-19 yang sedang melalui uji pra-klinis. Apt. dra. Rita Endang M.Kes mengatakan bahwa Apoteker sebagai ujung tombak dalam pelayanan yang berhubungan langsung konsumen memiliki peran penting dalam memberikan edukasi terkait Covid-19 terutama mengenai segala bentuk berita yang berhubungan dengan pengembangan vaksin.
Pos-pos Terbaru
- Tingkatkan Budaya Riset dan Publikasi Ilmiah, HIMAFA dan P2M S1 Farmasi Universitas Alma Ata Selenggarakan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah
- Kabut Asap Mengancam Kesehatan Paru-Paru? Kenali Bahaya Polusi Udara dan Cara Melindungi Diri
- Bahaya Ultra-processed Food (UPF):Mengapa Mempercepat Penuaan Otak?
- Influenza A pada Anak: Kenali Gejala, Cegah Penularan, dan Ketahui Penanganan yang Tepat
- Dari Cangkir ke Industri: Teh Hijau, Tren Wellness, dan Peluang Herbalnomics
Komentar Terbaru
No comments to show.