Penulis: Admin Program Studi
Universitas Alma Ata kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dosen dari Program Studi Farmasi, apt. Annisa Fatmawati, M.Farm., bersama mahasiswa bimbingannya Geby Ariskha, berhasil lolos sebagai penerima Program Insentif Kekayaan Intelektual (KI) Berdampak Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek RI).
Karya inovatif yang berhasil memperoleh pendanaan tersebut berjudul:
“Formula Sediaan Masker Peel-Off dari Ekstrak Etanol Bunga Telang dan Tepung Porang.”
Inovasi ini telah mendapatkan status Paten Sederhana dan menjadi salah satu dari 45 karya terbaik nasional yang terpilih dalam skema Insentif KI Tahun 2025. Penelitian ini mengusung pemanfaatan bahan alam lokal Indonesia untuk menghasilkan produk kosmetik alami yang potensial dikembangkan menuju hilirisasi industri.
Menurut apt. Annisa Fatmawati, M.Farm., pencapaian ini merupakan hasil dari kolaborasi erat antara dosen dan mahasiswa dalam mengintegrasikan penelitian, inovasi, dan pembelajaran.
“Kami ingin menanamkan semangat riset aplikatif kepada mahasiswa agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat berlanjut menjadi inovasi yang berguna bagi masyarakat dan berdaya saing industri,” ungkapnya.
Sementara itu, Geby Ariskha, mahasiswa yang menjadi bagian dari penelitian ini, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya.
“Kesempatan ini membuka wawasan saya tentang bagaimana hasil penelitian bisa dilindungi hak kekayaan intelektual dan berpotensi dikomersialisasikan. Saya sangat berterima kasih atas bimbingan dan dukungan dari Ibu Annisa serta Universitas Alma Ata,” ujarnya.
Rektor Universitas Alma Ata menyambut baik capaian ini sebagai bukti nyata komitmen UAA dalam mendorong budaya riset dan inovasi. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi swasta dapat berkontribusi signifikan dalam penguatan ekosistem riset nasional melalui hilirisasi hasil penelitian.
Melalui keberhasilan ini, diharapkan semakin banyak dosen dan mahasiswa Universitas Alma Ata yang terdorong untuk menghasilkan karya inovatif yang memiliki dampak nyata, baik di bidang kesehatan, farmasi, maupun pengembangan produk berbasis bahan alam Indonesia.