Program Studi S1 Farmasi Universitas Alma Ata kembali menyelenggarakan kegiatan Field Trip Industri 2026 sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman lapangan (experiential learning) dan integrasi mata kuliah Farmasi Industri. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 154 mahasiswa dan dilaksanakan pada tanggal 10–11 Februari 2026 dengan rangkaian kunjungan ke berbagai industri farmasi, kosmetik, herbal, serta pangan fungsional di Semarang dan Jawa Timur.
Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap praktik kefarmasian di dunia industri, tidak hanya sebagai tambahan wawasan, tetapi sebagai pengalaman nyata yang menghubungkan teori perkuliahan dengan sistem kerja profesional di industri. Melalui pendekatan Outcome Based Education (OBE), mahasiswa diharapkan mampu memahami implementasi sistem produksi, pengendalian mutu, serta regulasi industri secara komprehensif.
Mahasiswa juga memperoleh gambaran langsung mengenai bagaimana suatu produk kesehatan diproses melalui tahapan yang ketat, terukur, dan terdokumentasi. Selain itu, mahasiswa memahami peran penting Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA) dalam menjamin keamanan, konsistensi, serta kelayakan produk sebelum sampai ke masyarakat. Pengalaman ini menjadi fondasi dalam membangun sikap profesional, ketelitian, integritas, serta pemahaman terhadap standar mutu industri seperti Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB), Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB), dan prinsip Good Manufacturing Practices (GMP).
Hari Pertama: Kunjungan Industri di Semarang
Selasa, 10 Februari 2026
Rangkaian kegiatan dimulai di Kota Semarang dengan kunjungan ke tiga industri berbasis herbal dan kosmetik, yaitu:
- PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk
- PT Victoria Care Indonesia Tbk
- PT Jamu Borobudur
Pada kunjungan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai proses produksi obat tradisional dan produk herbal modern, mulai dari pengolahan bahan baku, ekstraksi, formulasi, hingga pengemasan. Mahasiswa juga mendapatkan penjelasan terkait penerapan CPOTB, sistem pengawasan mutu bahan alam, serta inovasi pengembangan produk berbasis riset.
Di industri kosmetik, mahasiswa mempelajari penerapan CPKB, sistem pengendalian mutu, serta uji stabilitas produk. Diskusi interaktif dengan praktisi industri memberikan wawasan mengenai tantangan regulasi, inovasi produk, serta dinamika industri kosmetik nasional.
Kunjungan di Semarang memberikan gambaran komprehensif mengenai hilirisasi bahan alam Indonesia menjadi produk bernilai tambah tinggi yang memenuhi standar mutu, keamanan, dan efektivitas.
Hari Kedua: Eksplorasi Industri Farmasi dan Pangan di Jawa Timur
Rabu, 11 Februari 2026
Pada hari kedua, mahasiswa melanjutkan kunjungan industri ke wilayah Jawa Timur dengan cakupan industri yang lebih luas, meliputi:
- PT Kosmetikatama Super Indah
- PT Otsuka Indonesia
- PT Amerta Indah Otsuka
- PT Atlantic Biruraya
- PT Yakult Indonesia Persada
- PT Nippon Indosari Corpindo Tbk
Kunjungan ke industri farmasi memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami proses produksi sediaan steril, khususnya cairan infus, serta penerapan CPOB pada fasilitas produksi dengan standar tinggi. Mahasiswa dapat mengamati sistem clean room, kontrol lingkungan, serta prosedur pengawasan mutu yang ketat.
Pada industri minuman kesehatan dan pangan, mahasiswa mempelajari penerapan GMP, pengendalian kualitas bahan baku, proses produksi, hingga sistem distribusi. Kunjungan ini menegaskan bahwa prinsip mutu, higienitas, dan keamanan merupakan aspek fundamental tidak hanya pada industri farmasi, tetapi juga pada industri pangan dan minuman kesehatan.
Melalui rangkaian kunjungan ini, mahasiswa memahami bahwa kualitas produk tidak dihasilkan secara instan, melainkan melalui proses yang disiplin, konsisten, berbasis sistem, serta berorientasi pada keamanan dan manfaat bagi masyarakat.
Penguatan Kompetensi dan Kesiapan Profesional
Field Trip Industri 2026 tidak hanya berfokus pada observasi, tetapi juga pada penguatan kemampuan analitis mahasiswa. Setiap peserta diwajibkan menyusun laporan ilmiah berbasis hasil pengamatan serta melakukan analisis kesesuaian antara teori Farmasi Industri dengan praktik di lapangan.
Selain itu, kegiatan ini juga berperan dalam pengembangan soft skills, seperti komunikasi profesional, etika dalam lingkungan industri, kerja sama tim, serta kedisiplinan. Mahasiswa belajar bahwa kompetensi kefarmasian tidak hanya terletak pada penguasaan ilmu, tetapi juga pada sikap profesional, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pembekalan awal bagi mahasiswa dalam menghadapi Praktik Kerja Lapangan (PKL), sehingga mereka memiliki kesiapan yang lebih matang, baik secara akademik maupun profesional.
Komitmen S1 Farmasi Universitas Alma Ata
Field Trip Industri 2026 menjadi wujud nyata komitmen Program Studi S1 Farmasi Universitas Alma Ata dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan industri. Melalui kegiatan ini, prodi terus memperkuat jejaring kerja sama dengan industri serta meningkatkan kualitas lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing.
Sejalan dengan visi pengembangan program studi, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak lulusan farmasi yang unggul, memiliki wawasan luas, serta mampu berkontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia, dengan tetap menjunjung tinggi nilai profesionalisme, integritas, dan akhlak mulia.