apt.Sundari,M.Farm
Lebaran identik dengan momen berkumpul bersama keluarga dan menikmati berbagai hidangan khas yang lezat. Mulai dari opor ayam, rendang, gulai, hingga aneka kue kering, semuanya tersaji menggoda. Namun, di balik kelezatannya, penderita asam urat atau mereka yang memiliki risiko perlu ekstra waspada. Pasalnya, banyak menu Lebaran yang tinggi purin, zat yang dapat memicu kadar asam urat dalam darah melonjak dan menyebabkan serangan nyeri sendi yang hebat.
Agar momen silaturahmi tetap nyaman tanpa diganggu rasa sakit, penting untuk mengenali makanan apa saja yang menjadi pemicu utama asam urat kambuh saat Lebaran berdasarkan bukti ilmiah. Berikut adalah daftar makanan yang perlu Anda batasi atau hindari.
1. Daging Merah: Rendang dan Gulai
Rendang dan gulai adalah ikon kuliner Lebaran yang berbahan dasar daging merah, seperti daging sapi atau kambing. Daging merah, terutama bagian yang banyak lemaknya, mengandung kadar purin yang cukup tinggi . Sebuah penelitian menunjukkan bahwa asupan purin yang tinggi meningkatkan risiko terkena hiperurisemia (kadar asam urat tinggi) hingga 3,889 kali lebih besar dibandingkan mereka yang asupan purinnya rendah . Penelitian lain juga mengkonfirmasi bahwa konsumsi daging dan makanan laut yang lebih tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko gout . Bagi pecinta kedua hidangan ini, bukan berarti tidak boleh makan sama sekali. Kuncinya adalah mengontrol porsi. Cukup nikmati beberapa potong kecil sebagai cicipan, jangan makan dalam jumlah besar.
2. Jeroan: Sambal Goreng Ati dan Pendamping Lainnya
Sambal goreng ati adalah menu pendamping yang hampir selalu ada di meja makan saat Lebaran. Hidangan ini biasanya menggunakan hati atau ampela ayam. Selain itu, beberapa masakan mungkin juga menggunakan jeroan sapi seperti paru, limpa, atau usus. Jeroan masuk dalam kategori makanan dengan kadar purin sangat tinggi. Sebuah penelitian dari Poltekkes Kemenkes Bengkulu menyebutkan bahwa setiap 100 gram jeroan ayam mengandung 312,2 mg zat purin . Dalam penelitian yang sama pada konsumen sate jeroan ayam yang mengonsumsinya 3 kali atau lebih per minggu, ditemukan bahwa sebagian kecil (19%) mengalami peningkatan kadar asam urat hingga ke level abnormal . Ini membuktikan bahwa konsumsi jeroan secara rutin dan berlebihan jelas berisiko memicu serangan gout.
3. Makanan Laut (Seafood): Udang, Ikan Teri, dan Ikan Laut Lainnya
Meskipun tidak selalu menjadi menu utama, seafood sering hadir sebagai pelengkap, seperti udang dalam sambal goreng atau ikan teri sebagai taburan. Berbagai jenis makanan laut, termasuk udang, sarden, kerang, makarel, dan ikan teri, memiliki kandungan purin tinggi . Ikan air dingin seperti tuna, trout, dan sarden juga disebut-sebut sebagai jenis ikan dengan purin tertinggi yang harus dibatasi dalam diet asam urat . Sebuah studi yang dipublikasikan di American Journal of Biomedical Sciences juga menegaskan bahwa konsumsi makanan laut berkaitan erat dengan peningkatan risiko asam urat .
4. Minuman Manis, Bersoda, dan Tinggi Fruktosa
Saat berkunjung ke rumah sanak saudara, kita kerap disuguhi minuman manis seperti sirup, es buah, atau minuman bersoda. Minuman ini tidak hanya berbahaya bagi kadar gula darah, tetapi juga bagi penderita asam urat. Minuman manis, terutama yang mengandung fruktosa tinggi, dapat memicu pembentukan asam urat. Fruktosa menstimulasi pembentukan asam urat melalui senyawa antara katabolisme purin . Sebuah penelitian menunjukkan, pria yang mengonsumsi minuman bersoda 2 porsi atau lebih setiap hari memiliki risiko 85 persen lebih tinggi terkena serangan asam urat dibandingkan mereka yang hanya minum satu porsi dalam sebulan .
5. Makanan Berlemak Tinggi: Masakan Bersantan dan Gorengan
Hidangan Lebaran kaya akan santan dan minyak. Opor ayam, rendang, dan kari menggunakan santan kental, sementara berbagai camilan dan lauk digoreng. Makanan tinggi lemak dapat menghambat proses pembuangan asam urat melalui ginjal, sehingga kadar asam urat dalam tubuh tetap tinggi dan berisiko kambuh . Penelitian di RS Dustira Cimahi menemukan bahwa asupan lemak yang tinggi meningkatkan risiko hiperurisemia hingga 3,383 kali . Oleh karena itu, meskipun lezat, konsumsi opor dan gorengan perlu dikontrol.
6. Camilan: Kacang Goreng dan Emping
Toples-toples kue Lebaran juga menyimpan jebakan bagi penderita asam urat. Kacang goreng dan emping melinjo adalah camilan yang umum. Meskipun beberapa sumber menyebut kacang-kacangan tidak terlalu berpengaruh pada asam urat , konsumsi kacang goreng yang berlebihan tetap tidak dianjurkan. Bahayanya lebih kepada kandungan lemak jenuh dan garamnya yang tinggi dari proses penggorengan, yang bisa memicu masalah kesehatan lain seperti hipertensi . Yang paling perlu diwaspadai adalah emping, karena melinjo dikenal tinggi purin dan dapat memicu serangan asam urat.
Tips Aman Menikmati Lebaran bagi Penderita Asam Urat
Bukan berarti penderita asam urat tidak bisa menikmati kebersamaan Lebaran. Dengan strategi yang tepat, Anda tetap bisa bersantai tanpa rasa khawatir. Berikut beberapa tipsnya:
- Kontrol Porsi dan Pilih yang Aman: Terapkan konsep mindful eating, yaitu makan dengan sadar dan secukupnya. Cicipi semua makanan boleh saja, tetapi batasi jumlahnya. Perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan yang aman seperti brokoli, timun, pisang, atau buah ceri yang dipercaya dapat membantu menurunkan kadar asam urat.
- Perbanyak Minum Air Putih: Pastikan Anda memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih minimal 2 liter per hari. Penelitian menunjukkan bahwa asupan cairan yang kurang meningkatkan risiko terkena hiperurisemia hingga 6,92 kali . Air putih membantu ginjal mengeluarkan asam urat berlebih dari tubuh melalui urine.
- Hindari Minuman Pemicu: Gantilah suguhan minuman manis dengan air putih. Jika ingin minuman lain, pilihlah jus buah tanpa gula atau air putih hangat.
- Jangan Lupakan Obat: Jika Anda adalah penderita asam urat yang rutin minum obat dari dokter, pastikan Anda tetap mengonsumsinya sesuai jadwal, bahkan saat sedang sibuk bersilaturahmi.
- Tetap Aktif Bergerak: Di sela-sela kunjungan, sempatkan untuk berjalan kaki atau melakukan peregangan. Aktivitas fisik ringan membantu menjaga metabolisme tubuh.
Dengan mengenali pemicu dan menerapkan tips di atas, Anda dapat merayakan Lebaran dengan lebih tenang dan bahagia. Ingat, kesehatan adalah investasi agar bisa terus berkumpul bersama keluarga di tahun-tahun mendatang. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.