Oleh: apt. Nurul Kusumawardani, M. Farm
Seringkali kita panik saat melihat anak tetangga lebih tinggi daripada anak kita. “Duh, anakku stunting ya?” Padahal, dunia medis memiliki batasan tegas: anak pendek belum tentu stunting, tapi anak stunting pasti pendek (terhambat pertumbuhannya).
Apa itu stunting dan perawakan pendek ?
Menurut IDAI dan WHO, perawakan pendek (short stature) hanyalah sebuah tanda fisik. Penyebabnya bisa bermacam-macam, dan di sinilah letak perbedaannya:
- Perawakan Pendek Normal (Genetik/Familial): Jika Ayah dan Ibu memang berperawakan mungil, anak sangat mungkin ikut pendek. Namun, anak ini sehat, kecerdasannya normal, aktif, dan tidak mudah sakit. Ini BUKAN stunting.
- Stunting: Kondisi gagal tumbuh akibat kurang gizi kronis (jangka panjang), infeksi berulang, dan kurang stimulasi psikososial terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Ciri Khas: Pertumbuhan otak terganggu (IQ bisa lebih rendah), sistem kekebalan tubuh lemah (mudah sakit), dan berisiko terkena diabetes/jantung saat dewasa.
Kapan Dikatakan Stunting? Secara medis (Kurva WHO), anak didiagnosis stunting jika:
- Panjang/Tinggi Badan menurut Umur berada di bawah garis -2 SD (Standar Deviasi).
- Disebabkan oleh masalah nutrisi atau kesehatan yang berlangsung lama, bukan karena genetik atau kelainan hormon semata.
Mencegah Stunting dengan Cerdas: Memadukan Tradisi Etnomedisin dan Sains Modern
Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa 74,4% masyarakat memiliki pandangan positif terhadap penggunaan etnomedisin atau pengobatan tradisional untuk masalah tumbuh kembang anak.
Praktik Etnomedisin yang “Rasional”: Apa Saja yang Terbukti?
Penggunaan bahan alam dianggap rasional jika memiliki tujuan medis yang jelas dan terbukti membantu gizi anak. Berdasarkan data registrasi di Badan POM (2021-2023), berikut adalah kategori tanaman obat yang diakui manfaatnya untuk mendukung pencegahan stunting:
- Peningkat Kualitas ASI (Galaktogog): Penggunaan herbal seperti Daun Kelor (Moringa) atau tanaman lokal lainnya untuk ibu menyusui sangat dianjurkan. ASI yang melimpah dan berkualitas adalah kunci utama mencegah stunting pada bayi di bawah 2 tahun.
- Penambah Nafsu Makan: Salah satu tantangan stunting adalah anak susah makan (GTM). Obat herbal yang berfungsi menstimulasi nafsu makan dapat digunakan untuk memastikan anak mau menyantap makanan bergizi.
- Pencegahan Cacingan:
Cacingan menghambat penyerapan nutrisi. Penggunaan obat bahan alam yang berfungsi mengatasi infeksi cacing (helminth infections) dapat menjadi langkah pencegahan yang efektif. - Perbaikan Gizi Langsung:
Pemanfaatan tanaman pekarangan yang kaya nutrisi untuk asupan harian ibu hamil dan balita9.
Hati-Hati Memilih Produk: Pastikan Aman dan Terdaftar
Meskipun herbal itu alami, bukan berarti kita bisa sembarangan mengonsumsinya, terutama produk olahan industri rumah tangga. Sebuah studi pada data BPOM (2025) mengungkapkan fakta yang perlu diwaspadai:
Sekitar 77% pengajuan izin produk herbal (terutama dari usaha kecil/UKOT) ternyata dokumennya belum lengkap atau belum memenuhi standar mutu dan keamanan.
Banyak produk gagal dalam aspek penandaan (label) dan standar kualitas
Oleh karena itu, jika membeli jamu atau obat herbal kemasan untuk anak, pastikan produk tersebut memiliki Izin Edar BPOM. Ini menjamin bahwa produk tersebut aman, bermutu, dan tidak mengandung bahan berbahaya yang justru memperburuk kondisi anak.
Kesimpulan
Pencegahan stunting yang optimal membutuhkan kolaborasi. Kita tidak perlu membuang tradisi, tetapi harus memilahnya dengan bijak. Gunakan kearifan lokal (seperti daun kelor dan empon-empon) untuk mendukung gizi, namun pastikan pola asuh tetap mengacu pada pedoman kesehatan modern (imunisasi, sanitasi, dan gizi seimbang).
Daftar Pustaka:
- World Health Organization (WHO) & Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Guidelines on Growth Standards.
- Tuloli, T. S., et al. (2025). “Community Insights on Ethnomedicine Use for Stunting Prevention.” Journal Syifa Sciences and Clinical Research.
- Pratiwi, R. D., & Rahmawati, E. (2025). “Profile of Herbal Medicine Registration Documents Compliance… for Stunting Prevention.” ERUDITIO.