apt. Rizal Fauzi, M.Clin.Pharm.
APA ITU VIRUS NIPAH?
Penyakit Virus Nipah adalah penyakit infeksi zoonosis yang disebabkan oleh virus Nipah, termasuk dalam genus Henipavirus dari famili Paramyxoviridae. Penyakit ini pertama kali dilaporkan dari desa Kampung Sungai Nipah di Malaysia pada tahun 1998. Penyakit virus Nipah ditularkan oleh jenis kelelawar buah, terutama Pteropus spp. yang merupakan inang reservoir alami. Ini berarti virus tersebut tidak menyebabkan penyakit pada kelelawar, tetapi dapat menyebar dari mereka ke hewan lain. Kontak dengan kelelawar tersebut (yang terinfeksi) atau inang perantara seperti babi dapat menyebabkan infeksi pada manusia. Penularan dari manusia ke manusia juga dapat terjadi. Wabah juga telah dilaporkan dari negara-negara lain di Asia Selatan dan Tenggara. Infeksi virus ini dapat menyebabkan penyakit pernafasan parah dan ensefalitis pada manusia.
BAGAIMANA PENULARAN VIRUS NIPAH?
Penularan virus nipah ke manusia dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi seperti kelelawar, babi, atau kuda. Virus ini juga dapat menyebabkan penyakit parah pada hewan ternak seperti babi. Penularan bisa juga terjadi karena mengonsumsi makanan,, buah-buahan atau produk buah, yang terkontaminasi oleh kelelawar buah yang terinfeksi. Virus Nipah juga dapat menyebar antar manusia. Hal tersebut terjadi melalui kontak langsung depa pasien yang terinfeksi, terutama melalui caira tubuh seperti air liur.
APA TANDA DAN GEJALA TERINFEKSI VIRUS NIPAH?
Masa Inkubasi virus ini mulai dari awal terinfeksi hingga muncul gejala berkisar antara 3 sampai 14 hari. Dalam beberapa kasus langka, masa inkubasi dapat mencapat 45 hari. Pada beberapa orang yang terinfeksi virus nipah mungkin tanpa gejala. Akan tetapi Sebagian besar orang yang terinfeksi virus ini akan mengalami demam, sakit kepala, mengalami kebingungan, gangguan saluran nafas (seperti kesulitan bernafas atau batuk). Gejala lain yang sering terjadi meliputi menggigil, kelelahan, mengantuk, pusing, muntah dan diare. Penyakit parah dapat terjadi pada pasien. tetapi terutama dikaitkan dengan orang-orang yang menunjukkan gejala neurologis, yang dapat menyebabkan pembengkakan otak (ensefalitis) Perawatan suportif dan pemantauan yang cermat selama periode ini sangat penting yang dapat mendukung kesembuhan pasien
BAGAIMANA CARA PENCEGAHAN AGAR TIDAK TERINFEKSI VIRUS NIPAH?
Pencegahan virus nipah dapat dilakukan melalui beberapa cara diantaranya sebagai berikut:
- Menjaga kebersihan : cuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir. Terutama setelah kontak dengan orang sakit atau hewan
- Mencuci buah atau sayur: cuci buah atau sayuran yang akan dikonsumsi. Sebaiknya tidak mengkonsumsi buah atau sayuran yang sudah busuk atau rusak karena gigitan hewan
- Hindari kontak langsung dengan hewan: Hindari kontak langsung dengan hewan-hewan yang beresiko sebagai sumber penularan diantaranya adalah kelelawar, babi, kuda.
- Gunakan APD (Alat Pelindung Diri): Gunakan APD ketika membersihkan kotoran atau urine hewan yang berisiko tertular. Gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, sepatu boots, dan pelindung wajah.
- Konsumsi makanan yang baik: masak daging hewan atau sayuran yang akan dimakan. Hindari buah atau sayur yang mentah. Jika akan mengkonsumsi buah, sebaiknya cuci bersih buah sebelum dimakan dan tidak langsung mengkonsumsi buah bersama dengan kulitnya.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan bahwa meskipun kasus infeksi Virus Nipah saat ini belum dilaporkan di Indonesia, tetaplah waspada karena virus ini memiliki potensi penularan yang cepat. Segera berobat di fasilitas kesehatan jika mengalami gejala-gejala terinfeksi virus. Patuhi langkah-langkah pencegahan di atas, agar kita dan masyarakat terlindungi dari ancaman potensial virus nipah.
Daftar Pustaka
Singh Rajh Kumar, et.all, 2019, Nipah virus: epidemiology, pathology, immunobiology and advances in diagnosis, vaccine designing and control strategies– a comprehensive review, VOL. 39, NO. 1, 26–55, https://doi.org/10.1080/01652176.2019.1580827 https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/nipah-virus akses 03 Maret 2026