Oleh : apt. Rizal Fauzi, M.Clin.Pharm.
Jenis Imunisasi dan Vaksin yang Digunakan-S1FarmasiUniversitasAlmaAtaYogyakarta
Pada tahun 2019-2022 dunia dihebohkan dengan adanya pandemi covid-19 yang melanda diseluruh dunia. Tuntutan penanganan dan pengobatan harus segera dilakukan untuk mencegah terjadinya kematian dan memberikan kesembuhan pasien yang mengaala infeksi covid-19. Saat itu setiap negara dan beberapa Industri Farmasi berusaha untuk bisa segera menemukan pengobatan yang tepat untuk mengatasi pandemi Covid-19, salah satunya adalah pengembangan vaksin baru.
Sejak ditemukannya vaksin cacar pertama oleh Edward Jenner pada abad ke-18, teknologi imunisasi terus berkembang dan menjadi tumpuan utama dalam menjaga kesehatan masyarakat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. vaksin banyak digunakan untuk mencegah beberapa penyakit khususnya yang disebabkan oleh virus. Saat ini, masih banyak pertanyaan di masyarakat tentang manfaat vaksin yang digunakan untuk imunisasi dan seberapa pentingnya imunisasai itu dilakukan.
- Apa itu vaksin?
Vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme yang sudah mati atau masih hidup yang dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, atau berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksoid atau protein rekombinan, yang ditambahkan dengan zat lainnya, yang bila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.
- Bagaimana vaksin bekerja di dalam tubuh?
Secara sederhana, vaksin bekerja dengan cara melatih sistem kekebalan tubuh sebelum penyakit sebenarnya menyerang.
- Pengenalan Stimulus: Vaksin berisi patogen (bakteri atau virus) yang telah dilemahkan, dimatikan, atau hanya menggunakan sebagian kecil komponen genetiknya (seperti teknologi mRNA).
- Pembentukan Antibodi: Ketika disuntikkan, tubuh mendeteksi patogen atau antigen sebagai benda asing tanpa risiko membuat tubuh benar-benar sakit. Sistem imun merespons dengan memproduksi antibodi khusus.
- Memori Imun: Setelah ancaman tiruan tersebut diatasi, tubuh akan mengingat bentuk patogen tersebut. Jika kelak Anda terpapar virus atau bakteri yang asli, sistem imun siap menyerang balik dengan cepat dan efektif.
- Apakah yang dimaksud dengan imunisasi?
Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sehingga bila suatu saat terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan
- Apa saja jenis imunisasi yang bisa dilakukan oleh masyarakat?
Ya, pemerintah telah menentukan kategori program imunisasi. Pertama yaitu imunisasi program yang diwajibkan kepada seseorang sebagai bagian dari masyarakat dalam rangka melindungi diri maupun masyarakat dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Imunisasi Program terdiri atas imunisasi rutin, imunisasi tambahan, dan imunisasi khusus. Kedua adalah Imunisasi pilihan yaitu imunisasi lain yang tidak termasuk dalam imunisasi program, namun dapat diberikan kepada bayi, anak dan dewasa sesuai dengan kebutuhan
- Vaksin apa saja yang digunakan untuk imunisasi program?
Ada beberapa jenis vaksin yang digunakan untuk imunisasi program. Imunisasi Program harus diberikan sesuai dengan jenis vaksin, jadwal atau waktu pemberian yang ditetapkan dalam Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi. Adapun vaksin yang diberikan sebagai berikut:
- Vaksin hepatitis B
Vaksin ini bertujuan untuk memberikan kekebalan aktif terhadap infeksi yang disebabkan oleh virus hepatitis B
- Vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin)
Bertujuan untuk memberikan kekebalan aktif terhadap tuberkulosa
- Vaksin DPT-HB
Bertujuan untuk memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit difteri, tetanus, pertusis dan hepatitis B
- Vaksin DPT-HB-Hib
Vaksin ini digunakan untuk pencegahan terhadap difteri, tetanus, pertusis (batuk rejan), Hepatitis B, dan infeksi Haemophilus influenzae type b secara simultan.
- Vaksin DT
Bertujuan untuk memberikan kekebalan simultan terhadap difteri dan tetanus.
- Vaksin Td
Vaksin ini merupakan imunisasi ulangan terhadap tetanus dan difteri pada individu mulai usia 7 tahun.
- Vaksin IPV (Inactivated Polio Vaccine)
Inactivated polio vaccine (IPV) dan oral polio vaccine (OPV) sama-sama bertujuan untuk melindungi tubuh dari penyakit polio. Namun, ada perbedaan antara keduanya, dimana IPV diberikan melalui suntikan pada lengan atau tungkai, tergantung usia pasien. Sedangkan OPV diberikan secara oral dengan cara diteteskan.
- Vaksin Polio (Oral Polio Vaccine = OPV)
Bertujuan untuk memberikan kekebalan aktif terhadap poliomyelitis.
- Vaksin Campak
Bertujuan untuk memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit campak.
- Vaksin Measles Rubella (MR)
Bertujuan untuk melindungi tubuh dari infeksi virus campak yang beresiko memicu radang paru, radang otak, kebutaan hingga kematian. Selain itu juga berfungsi melindungi infeksi virus rubella yang sangat berbahaya jika menginfeksi ibu hamil
- Vaksin COVID-19
Untuk pemberian kekebalan spesifik terhadap virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID19.
- Vaksin apa saja yang digunakan untuk imunisasi Pilihan?
- Vaksin Measles, Mumps, Rubella (MMR)
- Vaksin Tifoid
- Vaksin Varisela
- Vaksin Hepatitis A
- Vaksin Influenza
- Vaksin Pneumokokus
- Vaksin Rotavirus
- Vaksin Japanese Enchephalitis
- Vaksin Human Papillomavirus (HPV)
- Vaksin Herpes Zoster
- Vaksin Dengue
- Apa saja manfaat manfaat imunisasi bagi masyarakat?
- Meningkatkan kekebalan tubuh
- Mencegah penyakit menular
- Membentuk kekebalan kelompok (Herd Immunity)
- Mendukung tumbuh kembang optimal
- Mencegah kecacatan dan kematian
- Menghemat biaya kesehatan
Q&A
- Apa yang dimaksud dengan vaksin?
Vaksin adalah produk biologis yang mengandung antigen untuk merangsang sistem kekebalan tubuh sehingga terbentuk kekebalan spesifik terhadap penyakit tertentu.
- Bagaimana vaksin bekerja di dalam tubuh?
Vaksin mengenalkan antigen kepada sistem kekebalan tubuh tanpa menyebabkan penyakit seperti infeksi alami. Tubuh kemudian membentuk antibodi dan sel memori yang membantu memberikan respons lebih cepat ketika terpapar patogen yang sebenarnya.
- Apa perbedaan vaksinasi dan imunisasi?
Vaksinasi merupakan proses pemberian vaksin, sedangkan imunisasi adalah proses terbentuknya atau meningkatnya kekebalan tubuh setelah pemberian vaksin. Keduanya merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan penyakit.
- Apa saja jenis imunisasi yang tersedia?
Secara umum, imunisasi terdiri atas Imunisasi Program yang ditetapkan pemerintah dan Imunisasi Pilihan yang diberikan sesuai kebutuhan individu. Jenis vaksin yang digunakan disesuaikan dengan usia, kondisi, serta rekomendasi imunisasi yang berlaku.
- Mengapa imunisasi penting bagi masyarakat?
Imunisasi membantu meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah penyakit menular, mengurangi risiko kecacatan dan kematian, serta membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) sehingga turut melindungi masyarakat yang rentan terhadap penyakit.
FAQ
- Apakah vaksin aman untuk diberikan?
Vaksin telah melalui proses pengembangan dan pengujian untuk memastikan keamanan, mutu, dan efektivitasnya sebelum digunakan. Pemberian vaksin tetap perlu mengikuti jenis, dosis, usia, dan jadwal yang telah ditetapkan.
- Apakah vaksin menyebabkan penyakit yang dicegahnya?
Pada umumnya, vaksin tidak menyebabkan penyakit seperti infeksi alami. Vaksin bekerja dengan mengenalkan antigen kepada sistem imun agar tubuh dapat membentuk perlindungan terhadap penyakit tertentu.
- Apakah imunisasi hanya diperlukan oleh bayi dan anak-anak?
Tidak. Imunisasi dapat diberikan pada berbagai kelompok usia sesuai jenis vaksin dan kebutuhannya. Beberapa vaksin juga direkomendasikan untuk remaja, orang dewasa, hingga kelompok usia lanjut.
- Apa perbedaan Imunisasi Program dan Imunisasi Pilihan?
Imunisasi Program merupakan imunisasi yang ditetapkan pemerintah sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Sementara itu, Imunisasi Pilihan diberikan sesuai kebutuhan dan kondisi individu.
- Mengapa imunisasi tetap penting meskipun seseorang merasa sehat?
Karena imunisasi merupakan upaya pencegahan sebelum seseorang terkena penyakit. Selain melindungi individu, imunisasi juga membantu mengurangi penyebaran penyakit dan membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) di masyarakat.