Penulis: apt. Nurul Kusumawardani, M. Farm.

Multivitamin untuk Anak: Perlu atau Hanya Kebiasaan?-Prodi S1 Farmasi Universitas Alma Ata

Banyak orang tua memberikan suplemen multivitamin kepada anak dengan harapan menambah nafsu makan, meningkatkan daya tahan tubuh, atau mempercepat pertumbuhan. Namun, keputusan ini sering diambil tanpa pemahaman yang utuh tentang kapan suplemen benar-benar diperlukan dan kapan pemberiannya harus dihentikan. Artikel ini merangkum bukti ilmiah terbaru serta pedoman resmi mengenai peran vitamin D, zat besi, seng, dan multivitamin pada anak, sekaligus memberikan rekomendasi praktis dari sudut pandang kefarmasian.

Vitamin D: Kebutuhan Dasar Semua Bayi

Vitamin D membantu membangun tulang kuat dan mencegah rakitis. Semua anak membutuhkannya segera setelah lahir. Berikut adalah takaran kebutuhannya, nerdasarkan CDC (2026):

Bayi <12 bulan memerlukan 400 IU per hari.

Anak 12–24 bulan memerlukan 600 IU per hari.

Air Susu Ibu (ASI) telah memberikan kebutuhan vitamin D oleh bayi. Namun yang didapatkan oleh bayi terkadang tidak bisa memenuhi kebutuhannya serta dipengaruhi oleh kualitas ASI ibu. Oleh karena itu, bayi yang mendapat ASI eksklusif maupun campuran dapat memperoleh suplemen 400 IU vitamin D setiap hari sejak lahir. Bayi yang hmengonsumsi susu formula dengan volume ≥946 ml per hari tidak memerlukan suplementasi karena formula sudah difortifikasi. 

Bagaimana dengan Anak? Setelah anak makan makanan padat, penuhi vitamin D dari ikan, telur, susu sapi pasteurisasi (di atas 12 bulan), yoghurt, sereal, atau jus yang difortifikasi.

Zat Besi: Mendukung Pertumbuhan Otak dan Imunitas

Zat besi esensial untuk perkembangan otak, fungsi imun, dan produksi sel darah merah. Kebutuhan anak bervariasi:

  • Sejak usia ±6 bulan, berikan makanan padat kaya zat besi: daging merah, unggas, ikan, telur, sereal bayi difortifikasi, tahu, kacang-kacangan, dan sayuran hijau tua.
  • Penyerapan zat besi nabati lebih optimal bila dikonsumsi bersama sumber vitamin C seperti jeruk, brokoli, atau tomat.
  • Pemeriksaan anemia lazim dilakukan pada usia sekitar 12 bulan.

Zinc (Zn)

Zinc diperlukan untuk pertumbuhan, imunitas, penyembuhan luka, dan indra pengecap. Anak usia 7–24 bulan membutuhkan 3 mg seng per hari. Sumber alami meliputi daging, produk susu, ikan, kerang, dan kacang-kacangan. Karena kadar zinc dalam ASI menurun setelah 6 bulan, makanan kaya zinc menjadi sangat penting bagi bayi yang masih menyusu. Suplementasi seng secara rutin tidak diperlukan bila pola makan sudah memadai.

Bagaimana jika berdasarkan penelitian?

  1. Penggunaan suplemen sangat tinggi, tetapi tidak selalu tepat. Studi di Polandia (Woźniak dkk., 2023) menemukan 79% anak usia 0–3 tahun menerima suplemen. Sebanyak 25% anak mengonsumsi multivitamin. Ironisnya, asupan vitamin D dan omega-3 justru masih rendah, sementara vitamin C, B, A, dan tembaga tercatat sangat tinggi yang melampaui angka kecukupan. Hal ini menandakan bahwa penggunaan multivitamin yang tidak rasional berisiko menyebabkan kelebihan mikronutrien tertentu. Para peneliti menekankan bahwa suplementasi harus selalu disesuaikan dengan kebutuhan individual anak.
  2. Suplementasi hanya untuk defisiensi yang terbukti, Martini dkk. (2020) menegaskan bahwa suplemen vitamin hanya diindikasikan bila ada defisiensi akibat asupan kurang, diet restriktif, atau gangguan penyerapan. Vitamin D direkomendasikan pada tahun pertama kehidupan dan pada kelompok risiko tinggi. Vitamin A, C, dan B12 tidak dianjurkan secara rutin pada anak tanpa gejala defisiensi.
  1. Manfaat pada pertumbuhan sering kali minimal atau sementara
  • Peng dkk. (2025): Suplementasi vitamin D3 tunggal atau vitamin A tunggal tidak memperbaiki tinggi badan secara signifikan; hanya ada sedikit efek pada berat badan. Kombinasi vitamin A+D3 hanya sedikit meningkatkan berat badan, tanpa perbaikan tinggi badan yang konsisten.
  • Soliman dkk. (2025): Multivitamin dan multimikronutrien dapat memperbaiki tinggi dan berat badan secara bermakna, tetapi hanya pada anak dengan malnutrisi, dengan durasi intervensi lebih dari tiga bulan, dan menggunakan formula yang difortifikasi lengkap.
  • Hassanzadeh-Rostam dkk. (2014): Pada anak prasekolah dengan nafsu makan rendah, multivitamin-mineral selama dua bulan memperbaiki berat badan dan nafsu makan, tetapi efek tersebut menghilang sebulan setelah suplemen dihentikan.

Kapan multivitamin diperlukan?

  • Vitamin D → mulai sejak lahir pada semua bayi, lanjutkan hingga ≥12 bulan (400 IU/hari <12 bulan, 600 IU/hari pada 12–24 bulan). Perpanjang bila anak termasuk kelompok risiko.
  • Zat besi → hanya bila bayi ASI eksklusif atas anjuran dokter, atau setelah diagnosis anemia defisiensi besi ditegakkan.
  • Zinc → tidak diperlukan secara rutin; cukup dari makanan pendamping ASI.
  • Multivitamin lengkap → hanya untuk anak malnutrisi atau defisiensi ganda yang terkonfirmasi, diberikan dalam jangka pendek (2–3 bulan) dengan pengawasan tenaga kesehatan.

Multivitamin pada anak susah makan: hentikan sesuai durasi yang direncanakan karena manfaatnya hanya sementara dan tidak mengatasi penyebab utama.

Kesimpulan

Multivitamin bukanlah pengganti pola makan seimbang. Pemberiannya harus berdasarkan indikasi yang jelas, dimulai ketika terjadi defisiensi atau risiko tinggi, dan dihentikan segera setelah kebutuhan terpenuhi. Orang tua wajib berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum memberikan suplemen apa pun kepada anak. Penggunaan yang tidak tepat bukan hanya tidak bermanfaat, tetapi juga dapat menyebabkan kelebihan zat gizi mikro yang merugikan kesehatan jangka panjang.

Daftar Pustaka

  1. Centers for Disease Control and Prevention. Vitamin D [Internet]. 2026 Apr 14 [cited 2026 Jun 3]. Available from: https://www.cdc.gov/infant-toddler-nutrition/vitamins-minerals/vitamin-d.html
  2. Centers for Disease Control and Prevention. Iron [Internet]. 2026 Apr 14 [cited 2026 Jun 3]. Available from: https://www.cdc.gov/infant-toddler-nutrition/vitamins-minerals/iron.html
  3. Centers for Disease Control and Prevention. Zinc [Internet]. [cited 2026 Jun 3]. Available from: https://www.cdc.gov/infant-toddler-nutrition/vitamins-minerals/zinc.html
  4. Woźniak D, Przysławski J, Banaszak M, Drzymała-Czyż S. Dietary Supplements among Children Ages 0–3 Years in Poland—Are They Necessary? Foods. 2023;12(1):16.
  5. Martini L, Pecoraro L, Salvottini C, Piacentini G, Atkinson R, Pietrobelli A. Appropriate and inappropriate vitamin supplementation in children. J Nutr Sci. 2020;9:e20.
  6. Soliman AT, Elsiddig S, Alyafei F, Alaaraj NM, et al. The therapeutic effects of multivitamins on growth in normal and malnourished children: A systematic review. Int J Sci Res Arch. 2025;16(1):366–385.
  7. Peng L, Zhao J, Duan C, Yan J, Li D, Yang Y, He D. Effects of vitamin A and vitamin D3 supplementation on child growth and development in low- and middle-income countries: a systematic review and meta-analysis. Transl Pediatr. 2025; doi:10.21037/tp-2025-507.
  8. Hassanzadeh-Rostam Z, Kazemi A, Akhlaghi M. Effect of Multivitamin-Mineral Supplements Is Transient in Preschool Children With Low Appetite and Growth Failure. Infant Child Adolesc Nutr. 2014;6(6):366–372.

Buka Artikel 

FaQ

  1. Apakah semua anak perlu mengonsumsi multivitamin setiap hari?
    Tidak. Sebagian besar anak yang sehat dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral dari makanan sehari-hari.
  2. Kapan bayi mulai membutuhkan vitamin D?
    Sejak lahir. Bayi yang mendapat ASI eksklusif atau ASI campuran umumnya memerlukan suplementasi vitamin D sebanyak 400 IU per hari.
  3. Apakah anak yang minum susu formula masih perlu vitamin D tambahan?
    Tidak selalu. Jika konsumsi susu formula mencapai sekitar 946 ml (±1 liter) per hari, kebutuhan vitamin D biasanya sudah tercukupi dari susu formula yang difortifikasi.
  4. Apakah suplemen zinc perlu diberikan setiap hari?
    Tidak. Sebagian besar anak dapat memenuhi kebutuhan zinc dari makanan seperti daging, ikan, telur, susu, dan kacang-kacangan.
  5. Berapa lama multivitamin boleh diberikan kepada anak?
    Tergantung tujuan penggunaannya. Umumnya diberikan dalam jangka waktu tertentu dan perlu dievaluasi secara berkala oleh tenaga kesehatan.

Q&A

Q: Anak saya susah makan. Apakah saya harus langsung membeli multivitamin penambah nafsu makan?

A: Tidak harus. Langkah pertama adalah mencari penyebab anak susah makan, misalnya pola makan yang kurang teratur, kebiasaan ngemil berlebihan, atau kondisi kesehatan tertentu. Multivitamin hanya dapat menjadi pendamping sementara dan bukan solusi utama.

Q: Benarkah multivitamin dapat membuat anak lebih cepat tinggi?

A: Tidak selalu. Penelitian menunjukkan bahwa pada anak sehat, multivitamin umumnya tidak memberikan peningkatan tinggi badan yang signifikan. Manfaat pertumbuhan lebih banyak ditemukan pada anak yang mengalami kekurangan gizi atau defisiensi mikronutrien.

Q: Anak saya terlihat sehat. Apakah tetap perlu diberi multivitamin agar tidak mudah sakit?

A: Tidak selalu. Jika anak memiliki pola makan yang baik, aktif, dan tumbuh sesuai usianya, kebutuhan vitamin dan mineral biasanya sudah terpenuhi dari makanan sehari-hari.

Q: Kapan suplemen zat besi diperlukan?

A: Suplemen zat besi diberikan jika terdapat risiko atau bukti anemia defisiensi besi, misalnya berdasarkan hasil pemeriksaan dokter. Pemberian tanpa indikasi tidak dianjurkan.

Q: Apakah multivitamin boleh diberikan terus-menerus selama bertahun-tahun?

A: Sebaiknya tidak. Penggunaan jangka panjang tanpa kebutuhan yang jelas dapat meningkatkan risiko kelebihan vitamin atau mineral tertentu. Evaluasi berkala bersama dokter atau apoteker sangat dianjurkan.

Q: Kapan orang tua harus menghentikan pemberian multivitamin?

A: Multivitamin dapat dihentikan ketika kebutuhan nutrisi anak sudah terpenuhi melalui makanan, kondisi defisiensi telah teratasi, atau sesuai dengan durasi penggunaan yang direkomendasikan oleh tenaga kesehatan.

Q: Apa pesan utama bagi orang tua terkait multivitamin?

A: Multivitamin bukan pengganti makanan bergizi. Fokus utama tetap pada pola makan seimbang, aktivitas fisik yang cukup, dan pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin. Suplemen digunakan bila memang diperlukan, bukan sekadar karena kebiasaan atau iklan.

Info Penerimaan Mahasiswa Baru:

Jl. Brawijaya 99, Yogyakarta 55183

+62 858-1243-5474