apt. Tetie Herlina, M.Farm.
Bagi sebagian besar dari kita, hari belum benar-benar dimulai kalau belum kena americano atau es kopi susu gula aren. Apalagi buat kaum yang jam tidurnya berantakan, kopi adalah “gaya hidup” utama. Tapi masalahnya, bagaimana kalau sedang sakit dan harus minum obat rutin? yuk kita cek fakta farmakologinya berapa lama jeda aman minum obat dan kopi?
Kopi mengandung ratusan senyawa kimia aktif, dengan bintang utamanya adalah Kafein dan Tanin. Saat kopi dan obat masuk ke lambung di waktu yang bersamaan, akan terjadi “kompetisi” di dalam tubuh. Hati (liver) kita mempunyai enzim khusus bernama Cytochrome P450 1A2 (CYP1A2) yang tugasnya memecah racun dan obat. Enzim ini adalah enzim yang sama untuk memecah kafein. Apabila minum obat bersamaan dengan kopi, kafein akan memonopoli enzim ini. Akibatnya, obat tidak dapat dipecah dan menumpuk di dalam darah yang bisa memicu efek toksik dan efek samping obat menjadi lebih parah.
Senyawa Tanin pada kopi bersifat mengikat molekul tertentu. Apabila minum suplemen zat besi (obat tambah darah) berdekatan dengan kopi, tanin akan mengikat zat besi tersebut menjadi molekul yang tidak bisa diserap oleh usus. Selain itu, kafein mempunyai sifat diuretik. Untuk obat-obatan yang larut air seperti Vitamin B kompleks atau Vitamin C, minum kopi akan membuat obat tersebut terbuang lewat urine sebelum tubuh sempat menyerap manfaatnya secara maksimal.
Jadi berapa lama idealnya jeda antara minum obat dengan kopi? Jurnal farmakologi klinis memberikan rekomendasi jeda antara waktu minum kopi dan minum obat sesuai dengan sifat masing-masing obat. Jeda waktu 2-3 jam memberikan kesempatan bagi lambung untuk mengosongkan isinya dan membiarkan obat diserap di usus halus tanpa gangguan dari senyawa kafein maupun tanin. Aturan jeda 2-3 jam ini memang panduan aman secara umum. Tapi ingat, setiap obat punya ‘karakter’ yang unik saat berhadapan dengan kafein dan tanin di secangkir kopimu. Biar hobi ngopi tetap aman dan obat tetap bekerja maksimal, jangan ragu untuk tanya ahlinya. Yuk, konsultasikan dengan Apoteker terdekat untuk mendapatkan penjelasan yang lebih jelas dan spesifik terkait aturan minum masing-masing obat rutinmu!
Daftar Pustaka
- Belayneh, A., & Molla, F. (2020). The Effect of Coffee on Pharmacokinetic Properties of Drugs: A Review. BioMed Research International, 2020, 7909703. https://doi.org/10.1155/2020/7909703
- Siwek, M., dkk. (2023). Impact of drug-food interaction on the effectiveness of community disease treatment. Revista da Faculdade de Medicina de Campos.
- Winiarska-Mieczan, A., Danilos, A., & Kwiecien, M., et al. (2021). The influence of tea and coffee on the assimilation of iron and the problem of anemia in various population groups. Nutrients, 13(11), 3866. https://doi.org/10.3390/nu13103480