Oleh: apt. Mitha Dwi Puspitasari, M.Farm

BEGADANG & STRES

Ancaman Tersembunyi bagi Metabolisme dan Jantung Anak Muda

Kenali dampaknya • Lindungi kesehatan sejak dini • Mulai dari tidur yang cukup

Prodi S1 Farmasi Universitas Alma Ata

Banyak anak muda menganggap begadang sebagai bagian normal dari rutinitas kuliah, pekerjaan, dan aktivitas sosial. Namun, kurang tidur yang disertai stres berkepanjangan dapat mengganggu metabolisme tubuh dan meningkatkan risiko diabetes, hipertensi, serta penyakit jantung sejak usia muda.1,2

Mengapa anak muda rentan

Generasi muda sering terpapar pola hidup yang tidak teratur, mulai dari screen time tinggi, jam tidur yang mundur, hingga tekanan akademik dan pekerjaan. Kondisi ini membuat ritme tubuh terganggu dan kualitas tidur menurun.3,4

Penelitian pada mahasiswa menunjukkan bahwa stres yang tinggi berkaitan erat dengan kualitas tidur yang buruk. Ini penting diperhatikan karena gangguan tidur pada usia muda sering dianggap sepele, padahal dapat menjadi awal masalah kesehatan yang lebih besar.5

Apa yang terjadi di tubuh

Saat tubuh kurang tidur, sistem hormon dan metabolisme ikut terganggu. Kurang tidur dapat memengaruhi kortisol, melatonin, kadar glukosa, tekanan darah, dan profil lemak darah, sehingga tubuh lebih mudah masuk ke kondisi resistensi insulin dan peradangan.2,6

Stres kronis memperberat keadaan karena tubuh terus berada dalam mode siaga. Akibatnya, tekanan darah cenderung naik, gula darah lebih sulit dikendalikan, dan beban pada jantung semakin besar.3,7

Hubungan dengan diabetes dan jantung

Berbagai studi menunjukkan bahwa tidur pendek dan kualitas tidur yang buruk berhubungan dengan peningkatan risiko obesitas, Diabetes Melitus tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung koroner. Pada orang muda, gangguan tidur bahkan telah dikaitkan dengan risiko diabetes dan penyakit arteri koroner.2,4,8

Kementerian Kesehatan RI juga menjelaskan bahwa tidur yang kurang atau tidak teratur dapat meningkatkan risiko hipertensi, obesitas, diabetes, penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan kematian. Karena itu, tidur yang baik bukan hanya soal istirahat, tetapi juga bagian dari pencegahan penyakit kronis.9,10

Langkah pencegahan

Pencegahan paling sederhana dimulai dari menjaga durasi dan keteraturan tidur. Tidur yang cukup membantu tubuh memulihkan sistem metabolik, menstabilkan tekanan darah, dan mengurangi beban pada jantung.1,10

Selain itu, manajemen stres juga perlu menjadi perhatian utama. Aktivitas fisik rutin, makan seimbang, mengurangi screen time sebelum tidur, dan membiasakan pola tidur yang teratur dapat membantu menekan risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular.3,4

Penutup

Begadang dan stres sering dianggap wajar pada masa muda, tetapi jika menjadi kebiasaan, keduanya dapat memicu risiko kesehatan jangka panjang. Karena itu, menjaga tidur bukan sekadar soal rasa segar di pagi hari, melainkan investasi penting untuk melindungi metabolisme, jantung, dan kualitas hidup di masa depan.2,10

Daftar pustaka

  1. Centers for Disease Control and Prevention. The diabetes, heart disease, and CKD triangle [Internet]. 2024 Jul 30 [cited 2026 Jul 1]. Available from: https://www.cdc.gov/diabetes/communication-resources/diabetes-heart-disease-chronic-kidney.html 
  2. Pan Y, et al. Sleep deficiency and cardiometabolic disease. Sleep Med Clin. 2023 Sep;18(3):331-347. doi:10.1016/j.jsmc.2023.05.012.
  3. Nabila J, Rahmawaty A. Hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya [Internet]. 2025 [cited 2026 Jul 1]. Available from: http://repository.unsri.ac.id/173408/ 
  4. Wang et al. Sleep quality and risk of diabetes and coronary artery disease among young men. Acta Diabetol. 2016 Apr;53(2):261-270. doi:10.1007/s00592-015-0779-z.
  5. Hubungan tingkat stres dan kualitas tidur dengan kadar gula darah sewaktu pasien diabetes mellitus di UPTD Puskesmas Kedung 2 Jepara [Internet]. 2024 [cited 2026 Jul 1]. Available from: https://journal.myrepublikcorp.com/index.php/MERAPI/article/view/118 
  6. Irregular sleep and cardiometabolic risk: Clinical evidence and mechanisms. Front Cardiovasc Med. 2023 Feb 17;10:1059257. doi:10.3389/fcvm.2023.1059257. 
  7. Sleep and cardiometabolic risk. Narrative revision. Clin Investig Arterioscler. 2024 Jan-Feb;36(1):38-49. doi:10.1016/j.arteri.2023.08.001.
  8. Associations of sleep with cardiometabolic risk factors and cardiovascular diseases: An umbrella review of observational and mendelian randomization studies. PubMed [Internet]. 2024 [cited 2026 Jul 1]. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/39137553/ 
  9. Kementerian Kesehatan RI. Tidur: cara menyenangkan menjaga kesehatan jantung [Internet]. 2022 Jul 21 [cited 2026 Jul 1]. Available from: https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/373/tidur-cara-menyenangkan-menjaga-kesehatan-jantung 
  10. Kementerian Kesehatan RI. Tidur berperan penting untuk kesehatan jantung [Internet]. 2023 May 16 [cited 2026 Jul 1]. Available from: https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2466/tidur-berperan-penting-untuk-kesehatan-jantung 

Q&A: Begadang dan Stres pada Anak Muda

Pertanyaan 1: Apa saja risiko kesehatan jangka panjang jika anak muda sering begadang dan mengalami stres berkepanjangan?

  • Jawaban: Kurang tidur dan stres berkepanjangan dapat mengganggu metabolisme tubuh serta meningkatkan risiko terjadinya obesitas, Diabetes Melitus tipe 2, hipertensi (tekanan darah tinggi), penyakit jantung koroner, penyakit arteri koroner, serangan jantung, hingga risiko kematian. 

Pertanyaan 2: Faktor apa saja yang membuat generasi muda saat ini rentan mengalami gangguan ritme tubuh dan penurunan kualitas tidur?

  • Jawaban: Generasi muda rentan karena terpapar pola hidup yang tidak teratur, seperti tingginya waktu di depan layar (screen time), jam tidur yang bergeser mundur, serta adanya tekanan dari beban akademik maupun pekerjaan. 

Pertanyaan 3: Apa yang terjadi pada sistem hormonal dan metabolisme tubuh saat seseorang kekurangan tidur?

  • Jawaban: Saat kekurangan tidur, tubuh akan mengalami gangguan pada sistem hormon dan metabolisme, khususnya memengaruhi kortisol, melatonin, kadar glukosa, tekanan darah, serta profil lemak darah. Kondisi ini memicu tubuh lebih mudah mengalami resistensi insulin dan peradangan. 

Pertanyaan 4: Bagaimana stres kronis dapat memperberat kerja jantung dan memperburuk kendali gula darah?

  • Jawaban: Stres kronis memperberat keadaan karena membuat tubuh terus berada dalam “mode siaga”. Akibatnya, tekanan darah cenderung naik, gula darah menjadi lebih sulit dikendalikan, dan beban pada jantung semakin besar. 

Pertanyaan 5: Langkah pencegahan apa saja yang paling sederhana dan efektif untuk menekan risiko diabetes serta penyakit jantung menurut artikel tersebut?

  • Jawaban: Pencegahan paling sederhana dimulai dari menjaga durasi dan keteraturan tidur untuk membantu memulihkan sistem metabolik, menstabilkan tekanan darah, serta mengurangi beban jantung. Selain itu, penting untuk melakukan manajemen stres melalui aktivitas fisik rutin, makan seimbang, dan mengurangi screen time sebelum tidur. 

Info Penerimaan Mahasiswa Baru:

Jl. Brawijaya 99, Yogyakarta 55183

+62 858-1243-5474