Oleh: apt.Muhimmatul Khoiriyah,M.Farm

Yogyakarta, 24 Juni 2026 – Universitas Alma Ata menggelar aksi dan pembacaan Pernyataan Sikap Civitas Akademika terkait pentingnya menjaga nilai-nilai moral, ketahanan keluarga, dan karakter generasi muda di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi bangsa. Kegiatan yang berlangsung di Student Creativity Park Universitas Alma Ata pada Rabu (24/6/2026) tersebut diikuti oleh jajaran rektorat, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Salat Asar berjamaah di Masjid Darul Muttaqin Universitas Alma Ata, kemudian dilanjutkan dengan orasi dan pembacaan pernyataan sikap yang disampaikan atas nama Civitas Akademika Universitas Alma Ata.

Rektor Universitas Alma Ata, Prof. dr. H. Hamam Hadi, M.S., Sc.D., Sp.GK, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik dalam menjaga nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai institusi pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam, Universitas Alma Ata memandang penting untuk memberikan kontribusi pemikiran dan sikap dalam berbagai isu sosial yang berkembang di masyarakat.

Dalam pernyataan yang dibacakan, Civitas Akademika Universitas Alma Ata menyampaikan keprihatinan terhadap berbagai bentuk praktik, kampanye, dan upaya normalisasi LGBT yang dinilai tidak sejalan dengan nilai agama, budaya, serta norma yang hidup di tengah masyarakat Indonesia. Selain itu, Universitas Alma Ata juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama memperkuat pendidikan agama, pendidikan karakter, dan ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun generasi muda yang berakhlak mulia.

Kegiatan tersebut berlangsung secara tertib dan khidmat dengan dihadiri oleh unsur pimpinan universitas, dekan, kepala biro, dosen, tenaga kependidikan, organisasi kemahasiswaan, serta mahasiswa dari berbagai program studi. Kehadiran seluruh elemen kampus mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai yang menjadi identitas Universitas Alma Ata sebagai perguruan tinggi berbasis nilai keislaman.

Dalam pernyataan sikapnya, Universitas Alma Ata juga menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki martabat kemanusiaan yang harus dihormati. Oleh karena itu, penolakan terhadap praktik LGBT tidak boleh diwujudkan dalam bentuk kekerasan, perundungan, penghinaan, diskriminasi yang melanggar hukum, maupun tindakan lain yang merendahkan harkat dan martabat manusia.

Selain menyampaikan sikap dan keprihatinan, Civitas Akademika Universitas Alma Ata mengajak seluruh masyarakat, khususnya orang tua, pendidik, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk memperkuat peran pembinaan generasi muda melalui pendidikan karakter, pendampingan keluarga, serta penguatan nilai-nilai moral dan spiritual.

Melalui kegiatan ini, Universitas Alma Ata menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pembentukan insan yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.

Sesuai semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut, Civitas Akademika Universitas Alma Ata mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga nilai, menjaga generasi, dan menjaga Indonesia demi terwujudnya bangsa yang bermartabat, berkeadaban, dan berlandaskan nilai-nilai luhur.

Tujuh Poin Pernyataan Sikap Civitas Akademika Universitas Alma Ata

  1. Menyampaikan keprihatinan terhadap maraknya praktik, kampanye, dan upaya normalisasi LGBT di Indonesia. 
  2. Menolak segala bentuk upaya normalisasi perilaku seksual sesama jenis yang dinilai bertentangan dengan nilai agama, budaya, dan norma sosial masyarakat Indonesia. 
  3. Mendorong para pemimpin bangsa untuk memberikan keteladanan moral dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan sosial. 
  4. Mendukung berbagai upaya edukatif, preventif, dan konstitusional untuk menjaga moralitas publik, ketahanan keluarga, dan perlindungan generasi muda. 
  5. Mengajak masyarakat untuk memperkuat pendidikan agama, pendidikan karakter, dan ketahanan keluarga. 
  6. Menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki martabat kemanusiaan yang wajib dihormati sehingga penolakan terhadap praktik LGBT tidak boleh diwujudkan dalam bentuk kekerasan, perundungan, atau diskriminasi yang melanggar hukum. 
  7. Meneguhkan komitmen Universitas Alma Ata untuk terus mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang memperkuat akhlak mulia, kesehatan masyarakat, ketahanan keluarga, dan peradaban bangsa. 

“Menjaga Nilai. Menjaga Generasi. Menjaga Indonesia.”