Penulis : apt Ari Susiana Wulandari, M.Sc.
Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (GSP UGM) menjadi saksi perhelatan akbar dalam rangka memperingati Hari Jamu Nasional 2026 yang berlangsung pada hari Senin, 25 Mei 2026. Acara yang diinisiasi oleh Dewan Jamu Indonesia Wilayah DIY berkolaborasi dengan PT. Naturindo Fresh ini mengusung tema utama “MENJAMU MASYARAKAT DENGAN JAMU” dengan tagline “Jamu Jogja Istimewa Jamu Indonesia Mendunia”. Berlangsung dari pukul 12.00 hingga 13.00 WIB, suasana di area GSP UGM tampak sangat semarak dan sarat akan nilai budaya karena para tamu undangan yang hadir dari berbagai instansi mengenakan pakaian bernuansa tradisional. Kehadiran Ketua Dewan Jamu Indonesia DIY, Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, SpPD-KR FINASIM, bersama Ketua Pelaksana, Tazbir Abdullah, S.H, M.Hum, menegaskan komitmen kuat lintas sektor dalam memperkuat posisi obat tradisional di tengah masyarakat.
Puncak dari rangkaian perhelatan ini ditandai dengan gerakan aksi “Minum Jamu Bersama” yang diikuti secara serempak dan antusias oleh seluruh delegasi instansi dan perguruan tinggi yang hadir. Agenda kolektif ini diselenggarakan sebagai bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat eksistensi jamu sebagai warisan budaya luhur bangsa Indonesia. Tidak sekadar melestarikan aspek kultural, momentum ini secara visioner diarahkan untuk mendorong pengembangan inovasi jamu agar semakin relevan, adaptif, dan diterima di tengah pola hidup masyarakat modern. Melalui partisipasi aktif para tokoh dan akademisi, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk mendukung jamu Indonesia agar semakin lestari dan kompetitif. Dosen-dosen Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata turut berpartisipasi aktif dalam menghadiri kegiatan “Minum Jamu Bersama” pada perayaan Hari Jamu Nasional 2026. Kehadiran mereka merupakan bentuk dukungan nyata terhadap gerakan pelestarian warisan budaya dan pengembangan obat tradisional yang diselenggarakan oleh Dewan Jamu Indonesia Wilayah DIY.
Bagi sejawat apoteker, momentum Hari Jamu Nasional 2026 ini membawa pesan edukatif yang mendalam mengenai pentingnya akselerasi transformasi obat tradisional menuju arah yang lebih ilmiah (evidence-based medicine). Ketua Dewan Jamu Indonesia DIY, Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, Sp.PD-KR, FINASIM, menegaskan bahwa konsumsi jamu merupakan langkah preventif yang sangat penting untuk menjaga kebugaran tubuh serta mencegah berbagai penyakit kronis, seperti diabetes, asam urat, hipertensi, hingga kanker. Oleh karena itu, beliau mengimbau agar budaya minum jamu kembali digalakkan di tengah masyarakat guna mengutamakan pencegahan sejak dini, alih-alih baru mencari pengobatan ke rumah sakit setelah jatuh sakit.
Selain sebagai pilar kesehatan, Nyoman juga menyoroti tantangan besar Indonesia yang masih bergantung pada impor bahan baku obat, padahal memiliki kekayaan biodiversitas yang sangat melimpah. Menurutnya, optimalisasi potensi tanaman herbal lokal di sekitar kita merupakan tanggung jawab bersama yang jika dikembangkan dengan baik, manfaatnya akan dirasakan secara luas, mulai dari peningkatan kesehatan publik, penguatan sektor ekonomi, hingga kelestarian lingkungan hidup.